"OM AWIGNAMASTU NAMA SIDDHEM OM SWASTIASTU" SEMOGA SEMUA DALAM PERLINDUNGAN TUHAN, SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGHA BERMANFAAT.jangan lupa kunjungi videobsaya di link https://youtu.be/-UJdPDAjETM

12/27/2012

POLITIK SASTRA

Dalam Damono (2001;30), Politik merupakan segala urusan dan tindakan baik kebijaksanaan, sisaat dllnya mengenai pemerintahan negara tertentu. Dalam politik sastra jelas sudah ini merupakan suatu kebijaksanaan atau siasat yang terkandung atau diterapkan dalam dunia sastra ataupun seni pada umumnya untuk mencapai tujuan tertentu.

Berdasarkan hal tersebut secara sadar ataupun tidak, pengarang mempunyai motivasi atau tujuan, baik tujuan yang bersifat estetik semata maupun yang bersifat non estetik, seperti ekonomi, olitik,status sosial ataupun yang bersifat pragmatis. Kegiatan berpolitik di mukak bumi ini tak kan ada habis-habisnya semasih seseorang itu belum mersakan kenyamanan dari apa yang menjadi tujuannya.

Politik bersastra ataupun berkesenian setiap seniman tidak akan pernah sama karena setiap macam atau jeinis karya sastra/karya seni mempunyai karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut menyebabkan hampir tidak ada seniman yang eksis pada semua jenis atau macam karya seni. Berkaitan dengan hal tersebut seniman bukanlah seorang tukang yang bisa mempelajari semua bentuk ketrampilan dan sekaligus mewujudkan ketrampilan dalam bentuk karya seni, walaupun memang ada seniman yang berangkat dari pertukangan. Seseorang seniman akan bisa secara total mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya apabila didukung media atau wadah yang tepat atau cocok ketika mengekspresiasikan pengalaman estetiknya ataupun pengalaman orang lain yang diungkapnya.

Bila kita lihat secara naluriah atau batiniah seseorang pengarang hanya mengabdikan dan memaparkan kebenaran baik dari dalam diri pribadinya ataupun lingkungannya tanpa ada kepentingan lain diluar kepentingan estetik. Pengarang ini lebih mengutamakan kepuasan batin saja dan tidak pernah terkontaminasi oleh segala macam bentuk material yang bisa menodai alur estetiknya. Nah dalam hal ini mungkin kita sudah banyak mengetahui karya-karya besar dari banyak sastrawan ata seniman sastra, disetiap karya-karya mereka memiliki suatu karakteristik yang berbeda-beda. pastinya seorang seniman sastra mempuyai kebijaksanaan, siasat atau strategi untuk berkarya supaya obsesinya bisa terwujud.

Secara lahiriah seorang pengarang  mengedepankan kepentingan-kepentingan yang bersifat pragmatis sehingga hakekat karya sastra terabaikan. Pengarang seperti ini mampu berkarya kapan dan dimana saja, bahkan bisa dirancan sesuai dengan keinginannya. Secara  tidak sadar, keadaan seperti inilah yang memicu munculnya pengarang-pengarang yang cepat terkenal sekaligus cepat menghilang. Disisi lain menyebbkan bermunculannya plagiator yang merusak dunia sastra.



DAFTAR PUSTAKA................
Damono,Djoko Sapardi.2001. JURNAL ILMU-ILMU BUDAYA POESTAKA " SASTRA POLITIK DAN IDEOLOGI". Fakultas Sastra Universitas Udayana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar