"OM AWIGNAMASTU NAMA SIDDHEM OM SWASTIASTU" SEMOGA SEMUA DALAM PERLINDUNGAN TUHAN, SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGHA BERMANFAAT.jangan lupa kunjungi videobsaya di link https://youtu.be/-UJdPDAjETM

1/18/2013

JENIS PUISI BALI

  Mengenai puisi Bali terdapat 2 (dua) jenis yaitu puisi Bali klasik (tradisional) dan puisi Bali anyar (modern). Puisi Bali klasik (tradisional) dapat dibedakan atas 2 (dua) jenis yaitu puisi rakyat (puisi lisan) dan puisi sastra/puisi tulis (Rai Putra, 2010:56).
Puisi rakyat (puisi lisan) terdiri dari: wewangsalan, sesapan, sesonggan, sasenggakan, sesawangan, dan bladbadan. Disebut puisi Bali rakyat karena kata-katanya sangat erat terjalin dengan kehidupan masyarakat (Bali) sehari-hari. Percakapan atau komunikasi sehari-haripun antarkeluarga atau anggota masyarakat banyak diselingi dengan puisi ini. Salah satu contohnya adalah jenis bladbadan. Bladbadan merupakan sebuah ucapan pendek yang salah satu kata atau bagiannya merupakan penyimpan ide.
buin pidan gantin titiang ngalap padi,
manyidayang,
makunyit di alas, katemu lamun idepé,
apang madon jaka payu, makaronan ring I Manik,
deluang bisa ngumbara, lilayang tong dadi saru,
pangi kaput mangda olas, Ratu Mirah,
isi aus, managingin, sakadi pinunas titiang.
(dikutip dari oleh I.B.Rai Putra)

Nilai estetisnya akan bertambah tinggi dan variasi sajaknya bertambah kompleks setelah bladbadan digubah dalam bentuk tembang seperti tersebut di atas.
Puisi sastra (puisi tulis) terdiri dari bermacam-macam geguritan yaitu macepat, kidung, dan wirama. Puisi sastra timbul setelah sastra Bali menerima pengaruh sastra Jawa. Pengaruh tersebut mengandung unsur-unsur Hinduisme, sehingga puisi ini dianggap puisi Bali Jawa-Hindu (Rai Putra, 2010:57). Sesuai dengan judul penelitian ini, maka uraian selanjutnya akan difokuskan pada puisi Bali Modern.
Puisi Bali modern (anyar) merupakan ragam (genre) sastra berbahasa Bali yang terikat oleh irama serta penyusunan tipografi yang berupa larik atau larik-larik dan bait atau bait-bait. Ragam (genre) ini menyerap unsur atau nilai-nilai sastra Bali tradisional dalam bentuk pengungkapan yang baru. Bentuk pengungkapan yang baru itu menunjukkan adanya suatu pengaruh dari puisi Barat yang tidak lagi terikat oleh jumlah suku kata tiap larik, jumlah larik tiap bait, jumlah bait, bunyi akhir larik dan sebagainya. Bentuknya yang bebas itulah yang antara lain menyebabkan iramanya menjadi bebas pula, dalam arti tidak terikat pada pola tertentu.
Lahirnya puisi Bali modern adalah akibat semakin kerasnya imbas sastra Indonesia modern. Selain penyair yang sudah mapan banyak muncul penyair-penyair muda. Disamping itu perhatian kepada bahasa-bahasa daerah di Indonesia makin besar. Sejak munculnya puisi “Basa Bali” karya Suntari Pr. sebagai puisi modern pertama.  Berikut akan disajikan puisi Bali yang berjudul Basa Bali karya Suntari Pr.

Basa Bali
Tan uning titiang ring kranaipun,
sukseman titiangé sakadi kategul antuk benang sutra,
ngranjing manyusup tulang ngantos ka sumsum,
sané dados bagian awak tiangé.

Sareng maurip saking ayunan ngantos kelih,
seduké  ngipi, mamanah tur ngamedalang rasa.


Ring sajeroning basa Ibu,
manah titiangé  sampun kelih antuk cayané,
kaborbor sukseman titiange antuk cayané,
titiang manggihin pribadin titiangé.

Titiang magubugan ring masarakat,
terus masemetonan sareng sawitra,
baktin titiang ring rerama néntén ja kirang,
asin kinasihin sareng alit-alité.

Sane encén kirang terang kapikayunan,
titiang nyelipang raos anyar,
anggén titiang payas sane cocok ring kala puniki,
mamanggih rupanipun ngenyagang manah.  
(dikutip dari Kembang Rampe Kasusastran Bali Anyar  wewidangan 2, 1978)
                              Pada intinya, puisi dibangun oleh dua unsur pokok, yaitu struktur fisik yang berupa bahasa yang digunakan dan struktur makna yaitu pikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh penyair. Kedua unsur tersebut merupakan kesatuan yang salin jalin-menjalin secara fungsional.
Seperti pada puisi diatas, terlihat bahwa puisi Bali modern banyak menerima pengaruh puisi Indonesia modern, maka pengaruh bahasa sebagai media karya tidak dapat dihindarkan. Pengaruh ini tidak terbatas pada kata-kata saja, tetapi juga struktur kalimatnya. Sehingga terjadi persilangan pengaruh, dalam arti bahasa Bali mempengaruhi bahasa Indonesia, dan sebaliknya melalui puisi Bali modern unsur-unsur bahasa Indonesia mempengaruhi bahasa Bali.
Sesuai dengan uraian di atas, maka pada penelitian ini siswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi Bali melalui pengamatan objek secara langsung. Dengan menciptakan kegiatan kreatif melalui kegiatan menulis puisi khususnya menulis puisi dengan menggunakan bahasa Bali, diharapkan siswa mampu melestarikan bahasa ibu yakni bahasa daerah Bali, melestarikan budaya Bali, menyampaikan sikap, pendapat, atau pengalaman dalam wujud cipta sastra berupa puisi Bali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar